Valentine's Day Pumping Heart

Minggu, 25 Oktober 2015

Menikah dulu atau membahagiakan orang tua dulu ?

Menikah dulu atau membahagiakan orang tua dulu ?

Pernah ketemu orang yang bimbang dengan pilihan antara membahagiakan orang tua dulu atau menikah dulu? , sehingga tak sedikit juga yang akhirnya menunda pernikahannya dengan dalih ingin membahagiakan orang tua terlebih dahulu, atau mungkin itu anda sendiri yang merasakannya? hehe.

Bagi anda yang jadi anak pertama, ditambah dengan memiliki banyak adik sementara orang tua sendiri memiliki penghasilan yang tidak mencukupi tentu ini menjadi masalah yang serius karena orang tua dan adik-adik menjadi. Dan yang lain adalah ketika seseorang yang punya impian seperti mau mengajak orang tua umroh dulu sebelum menikah, membelikan orang tua barang mahal dulu sebelum menikah serta alasan-alasan lainnya.

Sebelum menjawab pertanyaan “menikah dulu atau membahagiakan orang tua dulu”, ada satu hal yang harus kita perhatikan dan ingat yaitu tentang membahagiakan orang tua. Ada paradigma yang mesti diluruskan tentang hal ini apalagi ketika membuat pilihan menikah dulu atau membahagiakan orang tua?, seolah-seolah setelah menikah kita tidak bisa lagi membahagiakan orang tua, seolah-olah pernikahan menjadi “pemisah” antara anak dan orang tua. Padahal berbakti kepada orang tua adalah kewajiban anak hingga akhir hayat, tidak ada alasan untuk tidak berbakti kepada orang tua walaupun sudah menikah.

Bagi laki-laki kewajiban berbakti kepada orang tua tetap diutamakan setelah menikah apalagi kepada ibunya. Karena salah satu tanggung jawab laki-laki adalah bertanggung jawab atas ibunya. Apalagi jika orang tua sudah renta dan tidak lagi bisa bekerja maka jadi kewajibannya untuk menjaga dan merawat orang tua. Sementara bagi wanita setelah menikah kewajiban utamanya yang awalnya harus patuh dan taat kepada orang tua berpindah kepada suami, jadi bagi wanita ketaatan kepada suami jauh lebih utama dibanding dengan ketaatan kepada orang tua. Nah, agar tetap bisa berbakti kepada orang tua setelah menikah, maka carilah suami yang shaleh dan taat serta memahami keutamaan dan kewajiban berbakti kepada orang tua.

Sementara bagi anda yang memiliki tanggungan seperti membantu orang tua, membiayai adik atau keluarga, tidak ada masalah tetap melanjutkan menikah, jadi sembari menikah tetap membantu orang tua tentu dengan catatan harus dibicarakan dengan pasangan dan andapun memiliki kemampuan. Namun jika belum mampu untuk menjalankan keduanya, maka menunda pernikahan untuk sementara demi prioritas membantu adik-adik dan orang tua bisa menjadi pilihan terbaik.

Sumber : http://www.elmina-id.com/menikah-dulu-atau-membahagiakan-orang-tua-dulu/

Pantaskan Dulu Dirimu Baru Pentaskan Ke Pelaminan

“Pantaskan Dulu Dirimu Baru Pentaskan Ke Pelaminan”

– Apakah masih ada laki-laki yang shaleh?
– Apakah masih ada wanita yang shaleha zaman sekarang?
– Saya ingin dapat suami atau istri yang shaleh/ha, mungkinkah?
– Kenapa saya susah banget ketemu dengan jodoh impian saya.

– Kayaknya ga ada lagi laki-laki shaleh zaman sekarang.
– Kayaknya ga ada lagi wanita shaleha hari ini.
– Wah saya susah mau menikah, modalnya ga ada.
– Ga ada uang, belum mapan.
– Dll

Sejatinya ungkapan-ungkapan diatas adalah sebuah realita kaum jomblo. Banyak diantara kita yang terlalu berfokus pada sesuatu dengan SIAPA KITA MENIKAH, kita fokus pada orangnya, pada siapanya. Tapi kita melupakan dan melalaikan tentang BAGAIMANA DIRI kita. Padahal jodoh itu adalah cerminan diri kita.

“ Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang .baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik. (Qs. An-Nur:26)

Sangat jelas sekali firman Allah SWT, dalam ayat diatas, kalau yang baik-baik hanya untuk yang baik-baik, begitu juga sebaliknya.So, jika hari ini kamu susah ketemu orang yang shaleh bisa jadi kamu sendiri juga belum shaleha, dan jika kamu susah ketemu wanita shaleha bisa jadi kamu belum jadi laki-laki shaleh. Bukan orangnya yang tidak ada, yang shaleh atau shaleha itu InsyaAllah masih banyak. Tapi kitanya yang belum pantas untuk bertemu dengannya. Allah hanya akan mempertemukan kita sesuai dengan kepantasan diri kita.

Nah, tugas kita adalah bagaimana memantaskan diri, berikut ada beberapa tips untuk memantaskan diri.

1. Bercermin, Lihat diri kita dan evaluasi, coba buat daftar seperti apa calon jodoh yang kita idamkan, yang kita impikan. Tulis. Setelah tulis maka cocokkan dengan kondisi kita hari ini. Periksa amal kita, ibadah kita, akhlak kita, prilaku kita dan semuanya. Setelah itu jika ketemu kurang baik maka baikkan, jika dalam evaluasi ibadah masih kurang maka tingkatkan ibadahnya. Kalau laki-laki cek juga kantongnya, dan juga kemapanannya. Cek juga keilmuan serta pemahamannya, karena sejatinya menikah adalah menjadi ibu dan menjadi ayah yang semua itu butuh ilmu.

2. Belajar, Pemantasan diri yang paling penting juga ialah belajar, ketika menikah tentu kamu akan menjadi suami atau istri, akan menjadi ayah atau ibu dan juga akan menjadi menantu. Itu semua ada ilmunya, maka pelajarilah. Belajarlah bagaimana menjadi istri atau suami yang baik. Belajar bagaimana menjadi seorang ayah dan ibu. Belajar bisa melalui buku, bisa melalui majelis ta’lim, bisa juga melalui buku-buku yang membahas hal-hal diatas.

3. Berikhtiar, Setelah evaluasi diri, setelah Ibadahnya meningkat. Maka langkah yang selanjutnya adalah MELAMAR, hehe, actionnya. Datangi walinya dan sampaikan niat ingin menikahi putrinya. Biasanya ketika diri sudah jadi pribadi yang baik, Ketaatan dan keimanan meningkat. Maka Allah akan condongkan hati kita pada jodoh impian InsyaAllah. Dengan cara Allah yang sangat Indah.

Sederhana sekali bukan?, hanya 3 Hal. Bercermin, Belajar dan Berikhtiar. Silakan di bagi kan.

Sumber : http://www.elmina-id.com/pantaskan-dulu-dirimu-baru-pantaskan-ke-pelaminan/

2 Ciri laki-laki yang siap menikahimu…

Modus dan PHP (Pemberi Harapan Palsu) adalah hal yang tak bisa jauh dari yang namanya laki-laki, dan yang menjadi korbannyapun siapa lagi kalau bukan para wanita. Tak sedikit wanita yang pada akhirnya kecewa, menangis, galau bahkan “gegana” ( baca : gelisah galau merana ) akibat korban dari para laki-laki.

“Kelemahan wanita ada pada “kata-kata” sehingga para wanita sangat mudah terpedaya oleh gombalan serta bujuk rayu laki-laki”

Laki-laki yang tidak bertanggung jawab serta tak berani berkomitmen memanfaatkan kelemahan wanita ini untuk memperdayanya. Berbagai gombalan manis dan bujuk rayu dilakukan agar para wanita ini takhluk padanya. Dan disaat itulah para laki-laki “memanfaatkan” wanita untuk “main-main” baginya. Bermodal untaian kata-kata manis ditambah sepotong coklat ataupun seikat bunga ia berhasil merayu serta memperdaya wanita.

Tak sedikit wanita yang terpedaya oleh rayuan maut serta janji-janji imitasi para laki-laki yang tak bertanggung jawab ini sehingga dengan mudah mereka :

☆Mau diajak pacaran oleh laki-laki tersebut dengan dijanjikan akan dilamar 3 tahun lagi

☆Mengorbankan waktu dan segenap perhatiannya pada laki-laki yang bukan siapa-siapanya dengan dalih sudah kelewat cinta.

☆Mengorbankan uang bahkan menjual perhiasannya demi laki-laki yang katanya menyayanginya.

☆Rela dan ikhlas ketika dirinya menjadi pelampiasan nafsu si laki-laki apakah itu dipegang, digandeng, dipeluk dan bla..bla …bla

☆Bahkan sadisnya ada yang sampai mengorbankan kesucian dan kehormatan dirinya untuk laki-laki yang katanya mencintainya.

Wanita memang sangat mudah sekali diperdaya oleh manisnya kata dan bujuk rayu laki-laki apalagi jika sudah dijanjikan akan dinikahi, dijanjikan akan dilamar, dijanjikan akan dibawakan ini dan itu serta janji-janji palsu lainnya. Semuanya baru terasa ketika laki-laki tersebut meninggalkannya hingga yang tersisa adalah penyesalan tak berujung, hingga yang tersisa hanyalah kekecewaan semata.

Agar tidak dikecewakan, agar tidak mudah terpedaya oleh janji-janji dan manisnya kata maka ditulisan kali ini kami akan bagikan 2 ciri laki-laki yang siap menikah. Agar dengan mengetahui ciri-cirinya ini anda semua bisa memfilter mana laki-laki yang benar-benar serius dan mana yang hanya sekedar main-main.

1. Tidak banyak basa-basi lansung to the point.

Ciri utama laki-laki shaleh dan serius yang ingin menikahimu adalah tidak banyak basa-basi, ngajak pacaranlah, ngajak ketemuanlah dan ngajak ini itulah. Ia tau bagaimana semestinya menghargai dan menghormati seorang wanita. Maka ketika dia memiliki niat yang baik untuk menikahimu ia lansung menyampaikannya apakah menyampaikan secara lansung atau melalui temannya. Dia juga tidak bertele-tele dengan tujuannya apakah mengajak untuk taaruf atau mau menemui orang tua si wanita lansung.

2. Bisa meyakinkan orang tuanya dan orang tuamu

Ciri utama yang kedua adalah ia bisa meyakinkan orang tuanya sendiri dan juga orang tuamu (calon mertuanya). Bisa meyakinkan orang tuanya sendiri adalah parameter utama kesiapannya untuk menikah atau tidak karena yang lebih mengetahui dan mengerti tentang anaknya tentu adalah orang tuanya apakah itu terkait kesiapan mental, finansial serta persiapan-persiapan lainnya.

Sementara yang kedua adalah laki-laki tersebut meyakinkan calon mertuanya. Ini penting karena sejatinya pernikahan adalah pindahnya hak dan kewajiban terhadap anak perempuannya kepada laki-laki yang akan menjadi calon suaminya kelak. Orang tua yang bertanggung jawab tentu tidak akan main-main tentang calon suami anaknya, ia akan melakukan banyak hal untuk memastikan apakah laki-laki tersebut layak menjadi suami anaknya atau tidak.

Itulah 2 ciri laki-laki yang siap menikahimu, sebenarnya masih ada ciri-ciri lain yang bisa dijadikan pendukung selain ciri-ciri diatas. InsyaAllah dilain waktu

Sumber:http://www.elmina-id.com/2-ciri-laki-laki-yang-siap-menikahimu/

Jodohmu Dekat, Karena Dia Cerminan Dirimu

Entah berapa banyak orang yang bingung, pusing, galau stress hanya karena gara-gara jodoh. Lalu apa yang dilakukan?

♡Punya “kecengan” selalu membayangkan dan memikirkan seseorang agar jadi pendamping hidupnya suatu saat nanti (tanpa seseorang itu tau), berharap dan berdoa dalam diam, eh tiba-tiba si dia malah duluan sama yang lain akhirnya kecewa, putus pengharapan.

♡Pacaran, alasannya buat nge-tag jodohnya, segala rupa komitmen dibuat mulai dari akan menikah 3 atau 5 tahun nanti, berjanji akan selalu setia, sampai panggilan -panggilan layaknya suami istri seperti “papa-mama”, “ayah-bunda” sampai yang islami “abi-ummi”. Parahnya ada juga yang sudah mengikat komitmen dengan menyerahkan kehormatannya. Apakah semua berujung di pelaminan?, ternyata tidak, tak sedikit yang kecewa, penyesalan, frustasi dan depresi.

♡TTM-an (Teman Tapi Mesra), HTS-an (Hubungan Tanpa Status), Pacaran islami berkedok taaruf ini biasa terjadi dikalangan orang-orang yang katanya aktvis dakwah, saling mengingatkan tahajud, saling mengirim kado alquran ataupun buku-buku Islami. Dan banyak lagi aktivtas-aktivtas lain yang katanya bukan pacaran tapi isinya?, ya sama aja dengan pacaran

♡Galau, susah move on, apalgi bagi yang hatinya sudah terpaut dengan seseorang, namun sayang hanya bertepuk sebelah tangan, alhasil akhirnya adalah terkubur dalam kegalauan yang berkepanjangan.

Ya, itulah sebagian yang dirasakan dan dilakukan, intinya adalah mereka yang bingung akan jodohnya terlalu fokus pada orangnya, pada siapanya, padahal semestinya adalah fokus pada diri sendiri dan bagaimana bertemu dengan jodoh kita. Apakah dengan cara yang Allah ridhoi atau malah dengan jalan maksiat.

Padahal tak perlu jauh-jauh mikirin jodoh, tak perlu pusing-pusing mikirin tentang jodoh kita karena sejatinya jodoh adalah cerminan diri. Jika diri kita baik, maka baik jugalah jodoh kita namun sebaliknya jika pribadi kita tidak baik tentu Allah akan pertemukan juga dengan yang pribadinya tidak baik sebagaimana firman Allah SWT dalam surat An-Nur ayat 26 :

Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga).

So, mulai saat ini fokuslah memperbaiki diri, memantaskan diri. Coba evaluasi dan tanya diri kita sudah pantaskah kita menjadi seorang ayah, sudah layakkah kita menjadi seorang ibu. Karena pernikahan tidak hanya antara kamu dan dia, tapi juga antara kamu dan anakmu dengan anaknya kelak, pada level ini modal cinta dan sayang saja tidak cukup. Butuh ilmu, butuh kesadaran serta kesabaran dalam mendidik anak dan menjadikannya generasi yang shaleh dan shaleha, karena itulah sejatinya pernikahan, melanjutkan keturunan untuk melahirkan generasi shaleh dan shalehah.

Sumber:http://www.elmina-id.com/jodohmu-dekat-karena-dia-cerminan-dirimu/

6 Tips Persiapan Sebelum Menikah Bagi Muslimah

Pernikahan merupakan hal sakral yang baiknya hanya dilakukan sekali seumur hidup. Beberapa hal perlu dipersiapkan sedini mungkin sebelum menginjak gerbang pernikahan. Sebagai muslimah yang akan menikah tentunya kita memerlukan persiapan sebelum menikah bagi muslimah. Artikel persiapan sebelum menikah bagi muslimah akan membantu kita untuk mengenal diri kita lebih jauh untuk mempersiapkan diri sebagai seorang muslimah yang akan menikah.

Islam telah memerintahkan kepada hambanya untuk melengkapi separuh dari agamanya dengan menikah. Menikah adalah bentuk konsistensi seumur hidup yang juga merupakan ibadah. Dalam menjalankan ibadah, seorang hamba dituntut untuk menyanggupinya dengan sesuatu yang tidak boleh sembarangan. Diperlukan persiapan dan kesiapan diri yang baik untuk melaksanakan pernikahan.

Sejatinya, Allah telah menciptakan setiap yang diciptakannya dengan berpasang-pasangan. Begitupun dengan kita, para muslimah. Sebelum melangsungkan pernikahan kita perlu mempersiapkan beberapa hal dari diri dan lingkungan kita. Berikut akan dipaparkan beberapa persiapan yang akan membantu kita untuk lebih sigap mempersiapkan diri sebelum menikah.

Persiapan Spiritual

Islam telah menjadikan pernikahan sebagai suatu gerbang untuk mempertemukan seorang muslim dan seorang muslimah dan menyatukannya dalam satu ikatan yang halal dan diridhoi. Sebagai muslimah, tentunya kita mengharapkan seseorang yang kelak menjadi imam kita adalah seseorang yang baik dan shalih. Pada dasarnya, Allah telah menciptakan segala sesuatu dan memasangkannya dengan sesuatu yang sama pantasnya, seperti dalam dalil dikatakan:

Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik….” (QS An-Nuur: 26).

Jika kita ingin memiliki suami yang baik dan shalih, tentunya kita pun harus berupaya mengubah diri untuk menjadi baik dan shalihah.

Persiapan Konsepsional

Menikah berarti beribadah, menikah berarti kita akan mewujudkan ibadah yang lebih berkualitas dan lebih baik di hadapan Allah. Menikah mengharuskan kita untuk mampu membentuk generasi baru yang taat beragama. Banyaklah membaca buku dan mempelajari hal-hal agama yang belum kita ketahui. Terapkan banyak ibadah sunnah dan biasakanlah untuk menjalaninya agar saat menikah nanti kita mampu menjadi ibu yang baik bagi anak-anak kita kelak.

Persiapan Kepribadian

Dengan menikah, berarti kita tidak lagi hidup sendirian. Akan ada seorang laki-laki yang menuntun kita dalam menjalani hidup sesuai dengan syariah keislaman. Belajarlah untuk terbuka dan menerima perbedaan dari kepribadian yang dibawa oleh suami kita kelak, dan teruslah untuk mencoba mengenalnya lebih jauh. Kepribadian diri yang baik tentunya akan rela menerima hal-hal baru dalam hidup yang dalam hal ini dikatakan sebagai penerimaan diri yang baik untuk kepribadian suami kita kelak yang tentunya tidak melulu memiliki banyak persamaan.

Persiapan Fisik

Menikah berarti kita mencetak generasi baru yang akan meneruskan perjuangan umat. Sebelum menikah, ada baiknya kita memeriksakan terlebih dahulu kesiapan fisik kita dalam menjalankan fungsi nantinya sebagai istri yang mampu menciptakan generasi baru bersama suami kita. Permasalahan reproduksi tentunya menjadi hal yang perlu diperhatikan dalam mempersiapkan kesiapan fisik sebelum menikah bagi seorang muslimah. Dianjurkan bagi kita untuk melakukan pengobatan jika terdapat permasalahan dari hal tersebut.

Persiapan Material

Saat menjalankan pernikahan, muslimah dituntut untuk mampu mengikutsertakan diri dalam soal pengurusan material. Kewajiban mencari nafkah adalah hal yang diwajibkan bagi suami, dan sebagai seorang istri, muslimah harus mampu melibatkan diri menjadi pengelola keuangan dari nafkah yang dihasilkan suaminya. Di suatu waktu, muslimah juga dapat membantu suaminya untuk mencari nafkah jika memang diperlukan. Banyak-banyaklah menggali ilmu tentang wirausaha dan biasakan diri sedini mungkin untuk dapat berhemat dan cerdas mendahulukan hal-hal yang menjadi prioritas hidup dalam membelanjakan uang.

Persiapan Sosial

Setelah menikah, maka terjadilah proses pembauran status sosial dari dua keluarga. Menikahkan seorang muslim dan muslimah berarti juga menyatukan dua keluarga yang berbeda dalam satu ikatan resmi dalam gerbang pernikahan. Setelah menikah, status sosial kita pun akan berubah menjadi istri dari seseorang, bukan lagi menjadi muslimah yang lajang. Sebagai seorang istri yang taat kepada suami, kita harus membiasakan diri untuk melibatkan diri pada aktivitas-aktivitas baru yang melibatkan suami kita dan keluarganya juga keluarga kita.

Sumber terkait: Persiapan Pranikah Bagi Muslimah

5 Ciri laki-laki shaleh yang “JANGAN” di tolak jika dia melamarmu.

Setiap muslimah tentu mendambakan laki-laki yang shaleh lagi taat, taat ibadahnya, bagus akhlaknya serta indah tutur katanya, pandangan mata yang menyejukkan, setiap untaian katanya yang baik lagi berisi nasihat-nasihat yang indah. Memiliki kepedulian yang tinggi serta perhatian, setiap wanita tentu memimpikan bertemu dengan laki-laki seperti ini sebagai pendamping hidupnya. Sebagai calon ayah bagi anak-anaknya, sebagai calon imam yang akan memimpin dan membimbingnya sampai ke syurga kelak.

Kebingungan yang sering muncul bagi setiap muslimah adalah bagaimana cara mendeteksi atau melihat laki-laki tersebut baik atau tidak, bagaimana mengenali ciri-cirinya. Banyak yang kelihatannya shaleh namun setelah menikah sifat aslinya menunjukkan jauh dari keshaleh-annya, banyak yang tampak diluar baik namun ketika setelah menikah terlihat sangat terbalik sekali dengan sifat awal yang dikenal, penyesalan di akhir tentu hal yang tidak diinginkan oleh semua wanita, tidak mau kalau pernikahan yang dia dambakan adalah sebuah kebahagiaan namun berujung pada penyesalan karena mendapatkan laki-laki yang jauh dari harapannya.

Berikut kami akan bagikan 5 ciri laki-laki shaleh yang in sya Allah baik, taat serta cocok dihati.

1. Baik hubungannya dengan Allah SWT

Ciri pertamanya adalah memiliki hubungan yang baik dengan Allah SWT, bisa terlihat dari ibadahnya kepada Allah, shalat tepat waktu, mengerjakan amalan-amalan sunnah, ingin selalu dekat dengan Allah bisa dilihat dari kualitas dan kuantitasnya dalam berinteraksi dengan Al-quran. Selalu menjaga diri dari perbuatan-perbuatan tidak baik seperti menundukkan pandangannya pada wanita, menjaga pergaulannya dengan wanita, menjaga harta dan memastikan setiap harta yang dia nikmati adalah harta yang halal, didapat dari sumber yang halal serta cara yang halal pula.

2. Baik hubungannya dengan orang tuanya khususnya ibu

Ciri kedua yang dimiliki laki-laki shaleh adalah memiliki hubungan baik dengan ibunya, selalu taat dan patuh pada ibunya, selalu berbakti pada ibunya, memiliki kedekatan khusus dengan ibunya.

3. Baik dan perhatian pada anak-anak

Ciri yang ketiga adalah memiliki rasa kepedulian yang tinggi terhadap anak-anak kecil, sensitive ketika melihat anak-anak dan secara refleks ingin bermain dengan anak-anak yang dilihatnya, menggendong anak-anak yang dilihatnya. Rasa ini muncul tanpa disengaja, tapi memang sudah ada dalam dirinya. Ini sangat penting karena mencari suami adalah mencari calon ayah bagi anak-anakmu, maka pastikanlah ia orang yang memiliki kepedulian terhadap anak kecil, sebagaimana Rasulullah SAW yang berhenti dan bahkan turun dari untanya ketika melihat anak kecil.

4. Baik hubungan sosial dan kemasyarakatannya

Berumah tangga adalah proses yang komplit, mempertemukan dua insan yang berbeda, mempertemukan dua keluarga yang berbeda dan juga mempertemukan dengan kehidupan serta lingkungan yang baru. Hidup bertetangga adalah salah satu hal yang akan dijalani oleh setiap keluarga. Maka kemampuan menjalin hubungan sosial kemasyakaratan adalah hal penting yang mesti dimiliki oleh sang suami sebagai kepala rumah tangga, bisa membaur dengan lingkungan sekitar, turut dan ikut serta kegiatan-kegiatan kemasyarakatan di sekitarnya seperti kerja bakti, pengajian, saling menolong dan membantu dalam suka duka.

5. Baik hubungannya dengan uang

Uang, ia memang bukanlah segala-galanya, akan tetapi untuk mendapatkan segala-galanya butuh yang namanya uang. Tak sedikit rumah tangga yang bubar, hancur berantakan berujung pada perceraian hanya gara-gara uang, apakah karena uang yang sedikit , suami yang tidak bisa mencari uang, atau mungkin kehidupan yang terlalu boros tidak seimbang antara pengeluaran dan pemasukan sehingga menyebabkan berhutang sana-sini.

Kemampuan berhubungan baik dengan uang adalah kemampuan wajib yang mesti dimiliki seorang suami, mampu mencarinya dengan cara dan sumber yang halal, serta mampu juga mengatur pengeluaran, pemasukan serta pengelolaan investasi untuk masa depan. Baik hubungannya dengan uang bukan berarti ia kaya raya dan memiliki banyak uang, akan tetapi ia mampu menggunakan uang, menyeimbangkan antara pemasukan dan pengeluaran, mengatur emosi untuk memilih antara suatu kebutuhan dengan yang hanya keinginan.

Ya, kurang lebih itulah 5 ciri laki-laki shaleh yang jika ia datang melamarmu jangan kamu tolak, tips lain agar mudah bertemu dengannya maka pantaskan jugalah diri seperti apa ciri-cirinya, karena jodoh adalah cerminan dirimu. Mungkin muncul lagi pertanyaan dari kaum muslimah, bagaimana cara mengetahui laki-laki yang memiliki 5 ciri diatas?, In syaa Allah akan kita bahas dalam waktu dekat.

Sumber foto : ngaturjiwo.blogspot.com

Ketika jodoh tak kunjung bertemu…

“Mengapa”, mungkin adalah sebuah kata mengawali pertanyaan bagi sahabat, teman dan saudara-saudara yang masih sendiri. Mengapa saya belum ketemu dengan jodoh saya?, mengapa lama sekali saya berjodohnya?, mengapa teman-teman semua sudah menikah semua?, mengapa saya masih sendiri? dan pertanyaan-pertanyaan mengapa lainnya.

Menjadi kegalauan tersendiri ketika diri masih sendiri, jodoh tak kunjung bertemu, makin hari usia kian menua. Apakah disaat ini harus larut dalam galau berkepanjangan yang tak berujung?, kami rasa semestinya tentu tidak begitu. Seperti yang sering kami sampaikan di awal-awal dalam tulisan sejenis, kalau jodoh adalah ujian. Jodoh cepat itu ujian, jodoh lama juga ujian bahkan ketika Allah tidak pertemukan sama sekali dengan jodohnya di dunia juga ujian, jadi intinya sama?, iya, sama-sama ujian. Ujiannya sama mungkin rasanya yang berbeda.

Cara terbaik menghadapi ujian tentu dengan menerimanya dengan ikhlas, lapang dada dan penuh pasrah diri pada Allah SWT, yakin kalau apapun yang Allah berikan adalah yang terbaik bagi kita. Pada kesempatan kali ini kami akan bagikan hal apa saja yang teman-teman bisa lakukan ketika menghadapi kesendirian.

1. Fokus berbakti dan bahagiakan orang tua.

Membahagiakan orang tua disaat masih sendiri adalah jalan terbaik untuk mengusir kegalauan. Banyak orang yang merasa sepi ketika sendiri sehingga tak sedikit juga yang akhirnya memilih jalan pacaran dan menghabiskan hari-harinya bersama sang pacar. Satu hal yang sangat disayangkan adalah ia lupa, kalau ada orang yang jauh lebih utama untuk dibersamai yaitu orang tua, ayah atau ibu atau mungkin juga kakak dan adik.

Setelah menikah nanti apalagi bagi yang wanita tentu tidak akan bisa sebebas ketika masih sendiri untuk bersama orang tua, maka manfaatkanlah kesempatan itu, jangan sia-siakan. Bahagiakan orang tuamu, bekerja dan berkaryalah untuk membahagiakan mereka.

2. Belajar ilmu rumah tangga

“Apa doa agar jodoh datang cepat?”
“Apa amalan agar jodoh cepat datang?”
“Apa tips agar jodoh datang cepat?”

Itu adalah pertanyaan-pertanyaan yang sering masuk ke kami, pertanyaan populer dari mereka yang galau akan kesendiriannya. Kenapa kami membahas pertanyaan itu disini?, karena ternyata mereka-mereka yang sendiri malah lebih sibuk memikirkan cara agar jodohnya cepat datang ketimbang mempersiapkan ilmu disaat jodoh tersebut datang salah satunya adalah belajar, belajar ilmu-ilmu pra-nikah, belajar ilmu tentang pernikahan, tentang rumah tangga, tentang mendidik dan merawat anak. Manfaatkan waktu yang ada saat ini untuk belajar dan mempelajari ilmu tersebut, karena bisa jadi Allah sedang memberi kamu waktu untuk belajar dan mempersiapkan diri lebih maksimal.

3. Banyaklah memberi

Dan yang ketika adalah banyak memberi, banyak berbagi dan minta didoakan kepada setiap orang yang kita beri. Banyak-banyak sedekah, sedekah waktu, sedekah uang, sedekah ilmu dan banyak lagi hal-hal lain yang kita miliki dan itu bisa diberikan.

Sumber : http://www.elmina-id.com/ketika-jodoh-tak-kunjung-bertemu/